Kasus Formula E dan Perpanjangan Jabatan Pimpinan KPK Adalah Upaya Menjegal Anies Baswedan?

Bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Perubahan Untuk Persatuan, Anies Baswedan menjadi narasumber dalam program televisi Kick Andy Double Check. Dalam acara yang dibawakan Andy F. Noya itu, Anies meluruskan banyak tuduhan-tuduhan miring yang diarahkan kepadanya.

Termasuk soal tudingan korupsi dalam penyelenggaraan balap Formula E. Secara tegas, Anies menjawab dirinya tidak melakukan tindak pidana korupsi, secara mayakinkan Anies meminta untuk memeriksa laporan yang ada kaitannya dengan ajang balap Formula E.

“Tidak, tidak ada korupsi sama sekali, saya tidak melakukan korupsi. Dan itu bisa dilihat dari semua laporan yang ada,” tegas Anies.

Anies menyebut, kegiatan Formula E sudah diaudit oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) hingga tiga kali dan tidak ditemukan masalah.

“Kalau kegiatan Formula E itu hanya dua kali transaksi di tahun 2019. Sudah diaudit kapan? Tahun 2020 sudah diaudit oleh BPK, 2021 diaudit lagi oleh BPK, 2022 diaudit lagi oleh BPK. Saya rasa gak banyak tuh bang kegiatan yang sampai diaudit sampai tiga kali direview, dan dari tiga kali review dua kali pembayaran itu tidak ditemukan masalah,” kata Anies.

Selain isu kasus korupsi Formula E, beberapa pendukung Anies menyebut bahwa Anies akan dijegal dalam pencalonan Pemilu Presiden melalui perpanjangan pimpinan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang semula empat tahun menjadi lima tahun. Namun begitu, Anies memilih tidak berspekulasi dan minta pendukung untuk melihat saja nanti perkembangannya nanti.

“Saya tidak mau berspekulasi, dan belum tentu ada hubungannya. Ya, kita lihat saja kedepan,” Kata Anies.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *